
Minyak Mentah Melonjak, Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas
Harga minyak mentah kembali menanjak menembus US$85 per barel pada Selasa (18/08), melanjutkan penguatan untuk sesi ketiga berturut-turut. Kenaikan ini dipicu melemahnya

Harga minyak mentah kembali menanjak menembus US$85 per barel pada Selasa (18/08), melanjutkan penguatan untuk sesi ketiga berturut-turut. Kenaikan ini dipicu melemahnya

Harga emas melemah di bawah US$4.400 per troy ounce pada Selasa (18/08) setelah investor melakukan aksi ambil untung usai reli kuat sebelumnya.

Indeks dolar AS turun ke sekitar 99,5 pada Senin (17/08), memperpanjang pelemahan untuk sesi ketiga berturut-turut. Data ekonomi Amerika Serikat yang mendingin,

Harga minyak mentah menguat menuju US$83 per barel pada Senin (17/08), melanjutkan kenaikan pekan lalu. Sentimen pasar masih dipengaruhi ketegangan di Timur

Harga emas menembus US$4.400 per troy ounce pada Senin (17/08), melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh data ekonomi Amerika

Harga perak melemah sekitar 1% menuju US$63,80 pada perdagangan Asia Jumat (14/08). Tekanan jual muncul di tengah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi

Harga minyak mentah bergerak di sekitar US$81 per barel pada Jumat (14/08) setelah melemah pada sesi sebelumnya. Investor memilih berhati-hati sambil menunggu

Harga emas kembali melemah di bawah US$4.350 per troy ounce pada Jumat (14/08), melanjutkan penurunan sesi sebelumnya. Tekanan datang dari aksi ambil

Harga minyak mentah turun menuju US$82 per barel pada Kamis (13/08) setelah mencatat penguatan selama lima sesi berturut-turut. Pelemahan terjadi ketika pasar