Harga emas melemah di bawah US$4.400 per troy ounce pada Selasa (18/08) setelah investor melakukan aksi ambil untung usai reli kuat sebelumnya. Tekanan juga terlihat di pasar logam secara luas, sementara kenaikan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi dan menjaga perhatian pasar terhadap arah suku bunga.
Sentimen emas turut dipengaruhi meredupnya peluang kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan Donald Trump yang tidak tertarik memperpanjang kesepakatan damai sementara membuat ketidakpastian geopolitik kembali meningkat. Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve semakin berkurang setelah sejumlah data ekonomi AS menunjukkan pelemahan.
Kondisi tersebut menjaga daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Pasar kini memperkirakan The Fed cenderung mempertahankan kebijakan pada September dan tidak lagi sepenuhnya memperhitungkan kenaikan bunga hingga akhir tahun. Permintaan investasi yang menguat serta pembelian berkelanjutan dari bank sentral, terutama China, juga menjadi fondasi penting bagi prospek harga emas ke depan.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAU/USD masih bergerak dalam fase koreksi setelah gagal mempertahankan momentum di area puncak. Pada timeframe 1 jam, resistance kuat berada di US$4.438, sementara US$4.417 menjadi area penting yang perlu ditembus untuk mengembalikan tekanan beli. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, peluang pelemahan jangka pendek masih terbuka.
Jika koreksi berlanjut, US$4.374 menjadi target pertama, disusul US$4.358 sebagai area support berikutnya. Namun, apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas US$4.417, skenario bearish dapat melemah dan emas berpeluang kembali menguji US$4.438. Trader perlu mencermati reaksi harga di setiap level untuk menentukan arah berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi