
Harga Perak Tertekan, Pasar Waspadai Gejolak AI
Harga perak kembali tertekan hingga sekitar US$54 per ons pada Jumat (23/10), menyentuh level terendah sejak November 2025. Pelemahan ini terjadi ketika
Dapatkan rangkuman pergerakan harga global, data ekonomi, dan isu geopolitik secara real-time untuk keputusan trading yang akurat.

Harga perak kembali tertekan hingga sekitar US$54 per ons pada Jumat (23/10), menyentuh level terendah sejak November 2025. Pelemahan ini terjadi ketika

Harga minyak mentah WTI kembali menembus US$100 per barel pada Jumat (23/10) dan berada di dekat level tertinggi dalam lima pekan. Kenaikan

Harga emas kembali melemah dan menyentuh level terendah sejak awal Agustus pada perdagangan Jumat (23/10). Tekanan jual meningkat setelah kekhawatiran inflasi akibat

Harga Perak melemah untuk dua sesi berturut-turut dan bergerak di sekitar US$56,80 per troy ons pada perdagangan Asia, Kamis (22/10). Tekanan terhadap

Harga minyak WTI kembali menguat ke sekitar US$97,70 per barel setelah mencatat penurunan selama tiga hari berturut-turut. Penguatan ini dipicu meningkatnya ketegangan

Harga emas kembali tertekan pada perdagangan Kamis (22/10), bergerak mendekati level terendah dalam sepekan setelah penurunan pada sesi sebelumnya. Tekanan muncul karena

Harga Perak kembali melemah pada perdagangan Rabu (21/10), turun ke bawah US$57,50 per troy ons setelah sempat menyentuh US$58,60 pada sesi sebelumnya.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kembali menguat setelah mengalami penurunan selama dua sesi sebelumnya. WTI diperdagangkan di sekitar US$98,60 per barel

Harga emas kembali melemah menuju US$4.100 per troy ons pada Rabu (21/10), memperpanjang penurunan selama empat sesi berturut-turut. Tekanan datang dari kenaikan