Harga minyak mentah menguat menuju US$83 per barel pada Senin (17/08), melanjutkan kenaikan pekan lalu. Sentimen pasar masih dipengaruhi ketegangan di Timur Tengah setelah Israel kembali melancarkan serangan ke Lebanon. Risiko gangguan pasokan membuat pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi lonjakan harga energi.
Tekanan terhadap Iran juga meningkat setelah Presiden Donald Trump menyiapkan sanksi ekonomi baru. Sementara itu, kesepakatan gencatan senjata sementara AS-Iran dijadwalkan berakhir, sedangkan negosiasi untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz masih menemui jalan buntu.
Namun, kenaikan minyak masih tertahan oleh aktivitas pengiriman crude yang tetap berlangsung melalui Selat Hormuz. Potensi kesepakatan Iran dan Oman terkait pengelolaan jalur strategis tersebut turut meredakan kekhawatiran pasokan. Pergerakan harga selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik dan akses pelayaran di kawasan tersebut.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisa teknikal USOIL masih memiliki peluang bullish setelah mampu bertahan di area Fibonacci 61,8% sekitar 81,38. Selama support 80,90 tidak ditembus, struktur kenaikan tetap terjaga dengan resistance terdekat di 82,14. Jika level tersebut berhasil dilewati, momentum beli berpotensi semakin kuat.
Pergerakan berikutnya dapat mengarah ke target 82,48 hingga 82,91. Sebaliknya, penurunan di bawah 80,90 akan menjadi sinyal pelemahan dan membuka ruang koreksi menuju 80,14. Trader dapat mencermati reaksi harga pada level kunci tersebut untuk menentukan arah USOIL selanjutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi