Harga perak melemah sekitar 1% menuju US$63,80 pada perdagangan Asia Jumat (14/08). Tekanan jual muncul di tengah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi akibat ketegangan di Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandab. Minimnya lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut berpotensi menjaga harga energi tetap tinggi.
Kenaikan biaya energi dapat memperbesar tekanan inflasi dan membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga. Kondisi ini cenderung membebani aset tanpa imbal hasil seperti perak. Meski begitu, harga minyak WTI yang masih bertahan di sekitar US$80,45 berpotensi membatasi pelemahan jika risiko pasokan kembali meningkat.
Di sisi lain, ekspektasi kebijakan Federal Reserve menjadi penopang bagi perak. Peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada September kini mendekati 65%, seiring inflasi AS yang mulai melandai dan pasar tenaga kerja yang menunjukkan tanda perlambatan. Jika prospek pelonggaran moneter semakin kuat, tekanan terhadap XAG/USD berpotensi mereda dan membuka peluang pemulihan harga.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAG/USD pada timeframe H1 masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga gagal mempertahankan area 64,00. Zona 64,55 – 64,76 menjadi resistance penting, sementara harga saat ini bergerak di sekitar 63,70. Selama belum mampu menembus area tersebut, peluang pelemahan masih terbuka.
Jika tekanan jual berlanjut, 63,19 menjadi target penurunan pertama, disusul 62,58 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, penguatan di atas 64,76 dapat membuka ruang pemulihan menuju 65,43. Trader perlu mencermati reaksi harga di level support dan resistance sebelum menentukan arah posisi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi