Harga emas kembali melemah di bawah US$4.350 per troy ounce pada Jumat (14/08), melanjutkan penurunan sesi sebelumnya. Tekanan datang dari aksi ambil untung investor serta meningkatnya perhatian terhadap arah kebijakan Federal Reserve dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Data terbaru menunjukkan inflasi produsen inti AS pada Juli naik lebih rendah dari perkiraan. Bersama data CPI yang juga moderat, kondisi tersebut mengurangi tekanan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Peluang kenaikan 25 basis poin pada September kini turun menjadi sekitar 35%, dari 55% sepekan sebelumnya.
Di sisi lain, kebuntuan diplomasi terkait pembukaan kembali Selat Hormuz membuat pasar tetap waspada. Jika ketegangan meningkat, harga energi berpotensi melonjak dan kembali mendorong inflasi. Dalam kondisi ini, pergerakan emas akan sangat dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga AS, kekuatan dolar, serta perkembangan geopolitik global.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada timeframe H1 masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di area 4.350. Secara teknikal, zona 4.344 – 4.365 menjadi resistance penting. Selama harga berada di bawah area tersebut, peluang pelemahan masih terbuka dengan support terdekat di 4.296 sebagai target awal.
Jika tekanan jual berlanjut dan 4.296 berhasil ditembus, emas berpotensi turun menuju 4.278. Namun, apabila harga mampu kembali menembus 4.344, momentum negatif dapat melemah dan membuka ruang pemulihan menuju 4.365. Trader sebaiknya mencermati reaksi harga di level-level tersebut sebelum menentukan arah posisi berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi