Indeks dolar AS turun ke sekitar 99,5 pada Senin (17/08), memperpanjang pelemahan untuk sesi ketiga berturut-turut. Data ekonomi Amerika Serikat yang mendingin, termasuk inflasi yang terkendali serta melemahnya sentimen konsumen dan penjualan ritel, mendorong pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Pasar kini memperkirakan peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada September mencapai sekitar 67%, meningkat dari kurang dari 50% sebulan sebelumnya. Investor menantikan risalah FOMC pekan ini dan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.
Perhatian juga tertuju pada data Empire State Manufacturing Index dan NAHB Housing Market Index yang akan dirilis hari ini. Dolar melemah terhadap mayoritas mata uang utama, dengan tekanan terbesar terlihat terhadap dolar Australia, dolar Selandia Baru, dan pound sterling. Jika data ekonomi kembali mengecewakan, ruang pelemahan greenback berpotensi semakin terbuka.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan DXY masih bergerak dalam struktur bearish, terlihat dari tren turun yang terbentuk di bawah garis resistance dinamis. Harga saat ini berada di sekitar 99,30 dan menghadapi area penghalang 99,30 – 99,38. Selama zona tersebut belum ditembus, tekanan jual masih dominan dengan potensi penurunan menuju support 99,13.
Jika pelemahan berlanjut, target berikutnya berada di sekitar 99,06. Sebaliknya, breakout kuat di atas 99,38 dapat membuka ruang pemulihan menuju 99,50. Trader dapat mencermati reaksi harga pada area 99,30 sebagai penentu arah DXY berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi