Indeks Dolar AS bergerak stabil di kisaran 99,95 pada perdagangan Jumat (07/08) setelah bangkit pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar memilih menahan posisi sambil menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (Non-Farm Payroll/NFP) bulan Juli, yang dipandang sebagai penentu arah kebijakan moneter Federal Reserve dalam beberapa bulan ke depan.
Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali menguat seiring meningkatnya tekanan inflasi. Sejumlah pejabat bank sentral memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga dapat dilakukan dalam waktu dekat, bahkan pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan sebesar 25 basis poin pada pertemuan September. Laporan juga menyebut Ketua The Fed, Kevin Warsh, siap mendukung langkah tersebut apabila data inflasi tetap tinggi dalam beberapa pekan mendatang.

Selain didorong prospek suku bunga yang lebih tinggi, dolar turut memperoleh sentimen positif dari kenaikan harga minyak akibat memanasnya kembali situasi di Selat Hormuz. Lonjakan harga energi berpotensi memperkuat tekanan inflasi sehingga mendukung penguatan mata uang AS. Kini, perhatian investor sepenuhnya tertuju pada hasil NFP malam ini yang berpotensi menjadi pemicu pergerakan besar di pasar keuangan global.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan teknikal Indeks Dolar AS (DXY) berhasil mempertahankan momentum positif setelah memantul dari area Change of Character (CHoCH) di sekitar 99,45. Saat ini harga bergerak dalam fase konsolidasi tepat di bawah resistance, menandakan pelaku pasar masih mengumpulkan tenaga sebelum menentukan arah berikutnya. Selama support tetap terjaga, peluang kelanjutan tren naik masih cukup besar.
Apabila DXY mampu menembus resistance 99,65, penguatan berpotensi berlanjut menuju area target 99,74. Sebaliknya, jika harga turun di bawah 99,30, skenario bullish akan melemah dan membuka ruang koreksi yang lebih dalam. Konfirmasi breakout menjadi sinyal utama yang layak diperhatikan sebelum mengambil posisi trading.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi