Harga emas naik ke sekitar US$4.650 per troy ounce pada Senin (24/08), melanjutkan penguatan pekan sebelumnya dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan Mei. Kenaikan ini terjadi ketika kekhawatiran terhadap pengelolaan utang serta kondisi fiskal Amerika Serikat kembali mencuat setelah Departemen Keuangan AS meningkatkan pembelian kembali surat utang jangka panjang secara tak terduga.
Penurunan imbal hasil obligasi dan dolar AS turut memperkuat daya tarik emas sebagai aset penyimpan nilai. Kondisi tersebut menghidupkan kembali strategi debasement trade, yaitu ketika investor memilih aset seperti emas untuk melindungi kekayaan dari risiko pelemahan nilai mata uang dan meningkatnya beban utang pemerintah.
Perhatian pasar kini beralih ke data inflasi PCE Juli dan pidato Ketua The Fed Warsh di Jackson Hole untuk mencari petunjuk arah suku bunga AS. Di sisi lain, ancaman sanksi baru Washington terhadap Iran serta rencana tarif balasan Kanada menambah ketidakpastian global. Jika tekanan geopolitik dan ekonomi meningkat, emas berpeluang tetap menjadi pilihan utama investor sebagai aset lindung nilai.
OPINI ANALIS TRAZE

XAUUSD pada grafik M15 menunjukkan peluang bullish setelah harga membentuk struktur kenaikan dan berhasil mempertahankan area support penting. Saat ini, harga bergerak di sekitar level Fibonacci 38,2% hingga golden ratio 61,8%, yang menjadi zona pantulan potensial. Selama area support 4.618 hingga 4.594 tetap terjaga, emas berpeluang melanjutkan penguatan.
Jika tekanan beli kembali meningkat, XAUUSD berpotensi menguji target pertama di area 4.674 dan melanjutkan kenaikan menuju 4.695. Namun, penembusan kuat di bawah level 4.594 dapat membatalkan skenario bullish dan membuka peluang koreksi lebih dalam. Trader sebaiknya menunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil posisi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi