Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bertahan di kisaran US$77,50 per barel pada perdagangan sesi Asia Jumat (07/08) setelah mencatat kenaikan moderat sehari sebelumnya. Pergerakan yang relatif stabil menunjukkan pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik sebelum menentukan arah transaksi berikutnya.
Sentimen utama datang dari meningkatnya kembali ketegangan di Selat Hormuz, salah satu jalur pengiriman energi terpenting di dunia. Kekhawatiran muncul setelah Iran dilaporkan menyerang apa yang disebut sebagai “target musuh” menyusul ledakan di dekat Pulau Qeshm. Situasi ini kembali memunculkan keraguan terhadap upaya pembukaan penuh jalur pelayaran yang sebelumnya diharapkan dapat berjalan normal.
Jika eskalasi konflik terus berlanjut, risiko terganggunya distribusi minyak global dapat meningkat dan berpotensi mendorong harga energi lebih tinggi. Sebaliknya, apabila kondisi kembali mereda, tekanan terhadap harga minyak kemungkinan berkurang. Untuk saat ini, pasar masih menunggu perkembangan terbaru dari kawasan Timur Tengah sebagai penentu arah pergerakan WTI selanjutnya.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak WTI masih mempertahankan tren naik setelah berhasil membentuk struktur higher low dan bertahan di atas area Change of Character (CHoCH) sekitar 75,70. Selama harga tidak turun kembali ke bawah level tersebut, peluang penguatan masih mendominasi. Saat ini, pergerakan sedang berada dalam fase konsolidasi yang berpotensi menjadi pijakan sebelum melanjutkan kenaikan.
Apabila tekanan beli meningkat, WTI berpeluang menguji area resistance di 77,68 hingga 78,26 sebagai target berikutnya. Namun, jika harga menembus support 74,74, skenario bullish akan melemah dan membuka peluang koreksi yang lebih dalam. Trader sebaiknya menunggu konfirmasi breakout agar memperoleh sinyal masuk dengan probabilitas yang lebih tinggi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi