Harga minyak mentah diperdagangkan di atas US$86 per barel pada Jumat (21/08) dan berpotensi mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Sepanjang pekan ini, nilainya telah melonjak hampir 6% akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, terutama terkait ketegangan di Selat Hormuz.
Amerika Serikat berencana memperketat tekanan terhadap perekonomian Iran melalui langkah yang disebut Presiden Donald Trump sebagai “economic D-day”. Kebijakan tersebut diperkirakan menyasar jalur keuangan dan perdagangan internasional, termasuk perbankan, perusahaan, pelayaran, transfer dana, serta jaringan penyelundupan. Washington berharap tekanan ini dapat mendorong Teheran kembali ke meja perundingan terkait konflik, program nuklir, dan pengelolaan Selat Hormuz.
Tekanan terhadap pasar energi juga datang dari Ukraina setelah serangkaian serangan terhadap infrastruktur energi Rusia memicu kelangkaan bahan bakar di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut semakin memperketat pasokan global dan memberikan dorongan tambahan bagi harga minyak. Jika ketegangan geopolitik terus berlanjut, pasar energi berpotensi menghadapi volatilitas yang lebih tinggi dalam waktu dekat.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL masih menunjukkan struktur bullish setelah bertahan di atas area Fibonacci 61,8% sekitar 85,30. Selama support tersebut tidak ditembus, peluang kenaikan tetap terbuka dengan 87,36 sebagai target pertama, kemudian 88,27 sebagai target lanjutan. Pergerakan ini juga sejalan dengan penguatan WTI yang terdorong meningkatnya risiko geopolitik AS-Iran.
Dari sisi risiko, 84,03 – 84,02 menjadi area invalidasi penting. Jika harga mampu bertahan di atas 85,30 dan menembus 87,36 dengan momentum kuat, USOIL berpotensi melanjutkan rally menuju 88,27. Sebaliknya, penurunan di bawah 84,02 akan melemahkan skenario bullish dan membuka ruang koreksi lebih dalam.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi