Harga emas (XAUUSD) bertahan di atas US$4.300 per troy ounce pada awal pekan (10/08) setelah melonjak lebih dari 7% sepanjang minggu lalu. Penguatan ini dipicu pelemahan mengejutkan pasar tenaga kerja Amerika Serikat, yang membuat investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.
Data terbaru menunjukkan ekonomi AS justru kehilangan 23 ribu pekerjaan pada Juli, berbalik dari kenaikan 20 ribu posisi pada Juni yang telah direvisi turun. Angka tersebut juga jauh di bawah perkiraan pertumbuhan 80 ribu pekerjaan. Kondisi ini membuat peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada September turun menjadi sekitar 44%, dari 67% sepekan sebelumnya, sehingga daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil semakin kuat.
Di sisi lain, ketegangan Selat Hormuz masih menjadi perhatian pasar setelah harga minyak kembali naik. Iran menyebut pembicaraan dengan Oman hampir mencapai kesepakatan terkait pembukaan jalur pelayaran, namun membantah adanya negosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Ketidakpastian geopolitik tersebut tetap menjadi faktor pendukung emas, sehingga XAUUSD berpeluang mempertahankan momentum bullish selama sentimen terhadap dolar dan kebijakan The Fed masih melemah.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisa Teknikal XAUUSD: Harga emas saat ini berada di sekitar 4.300 dan masih bertahan di area support penting. Secara struktur, XAUUSD masih menunjukkan kecenderungan bullish, namun sedang mengalami koreksi setelah gagal menembus resistance 4.338. Selama harga mampu bertahan di atas 4.300 – 4.284, peluang rebound tetap terbuka.
Jika tekanan jual mereda, perhatian berikutnya tertuju pada 4.338 sebagai resistance awal. Breakout area tersebut dapat membuka jalan menuju 4.371 (Target 1) dan berlanjut ke 4.409 (Target 2). Sebaliknya, penurunan di bawah 4.260 akan melemahkan skenario bullish, sedangkan 4.230 menjadi area invalidasi utama struktur kenaikan.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi