Imbal hasil US Treasury 10 tahun turun ke 4,71% pada Senin (24/08) setelah mencatat kenaikan selama dua sesi berturut-turut. Perhatian investor kini tertuju pada pidato Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh di simposium Jackson Hole untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter di tengah inflasi yang masih berada di atas target 2%.
Tekanan terhadap pasar obligasi juga datang dari kekhawatiran fiskal, terutama setelah utang federal AS menembus $40 triliun. Rencana Departemen Keuangan untuk meningkatkan pembelian kembali obligasi jangka panjang setidaknya dua kali lipat sempat memberikan dukungan, tetapi dampaknya terhadap aksi jual obligasi masih terbatas.
Selanjutnya, pelaku pasar akan menantikan rilis indeks harga PCE Juli pada Rabu. Sebagai indikator inflasi pilihan The Fed, data ini dapat menjadi kunci dalam membaca tekanan harga sekaligus memperkuat atau meredam ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga berikutnya.
OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) masih menunjukkan tekanan bearish setelah menembus area support 99,00 dan membentuk struktur lower high pada grafik harian. Harga kini bergerak di sekitar 98,70, sementara area 99,00 menjadi resistance penting. Selama DXY tertahan di bawah level tersebut, peluang pelemahan lanjutan masih terbuka menuju zona supply-demand berikutnya.
Perhatian selanjutnya tertuju pada zona demand 97,30 – 98,10 yang berpotensi menjadi area reaksi pembeli. Jika tekanan jual berlanjut dan area ini ditembus, tren turun dapat semakin kuat. Sebaliknya, pemulihan di atas 99,00 akan membuka peluang pengujian kembali area 99,50 – 99,80 sebelum menentukan arah berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi