Harga Perak melanjutkan penguatan untuk hari ketiga berturut-turut dan bergerak di sekitar US$68,70 per troy ons pada sesi Asia, Jumat (21/08). Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven saat volatilitas pasar mata uang dan obligasi global kembali meningkat. Sepanjang pekan, harga perak telah menguat hampir 6%.
Sentimen positif semakin kuat setelah Departemen Keuangan AS berencana meningkatkan pembelian kembali utang jangka panjang untuk menekan biaya pinjaman. Kebijakan tersebut memicu penurunan imbal hasil obligasi dan dolar AS, sehingga memberikan dukungan tambahan bagi logam mulia. Meski yield kembali naik setelah sempat merosot, pelemahan dolar membuat daya tarik Perak tetap terjaga.
Namun, ruang penguatan harga perak berpotensi menghadapi hambatan dari kenaikan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan AS-Iran di sekitar Selat Hormuz. Lonjakan energi dapat memperkuat tekanan inflasi dan mengurangi peluang pelonggaran moneter. Rencana Washington untuk memperketat tekanan ekonomi terhadap Teheran juga menambah ketidakpastian, menjaga pasar minyak tetap ketat sekaligus membuat arah Perak semakin bergantung pada perkembangan geopolitik dan kebijakan AS.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAG/USD menunjukkan momentum bullish setelah berhasil bertahan di atas area support 67,33 – 66,94. Struktur harga masih mendukung kenaikan, dengan level 69,02 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi kelanjutan tren positif. Jika breakout terjadi, pergerakan berpotensi mengarah ke 69,94 sebagai target pertama.
Di sisi lain, area 67,33 menjadi support penting untuk menjaga skenario bullish. Selama harga bertahan di atas zona tersebut, peluang menuju 69,94 hingga 71,10 masih terbuka. Namun, penurunan di bawah 65,65 akan menjadi sinyal pelemahan sekaligus membatalkan prospek kenaikan jangka pendek.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi