HomeMarket NewsMinyak Tertekan, Ancaman Timur Tengah Belum Berakhir

Harga minyak mentah diperdagangkan di sekitar US$75 per barel pada Kamis (06/08) setelah mengalami penurunan selama tiga sesi berturut-turut. Tekanan datang dari kesepakatan antara Iran dan Oman mengenai jalur pelayaran melalui Selat Hormuz yang diharapkan dapat meningkatkan kelancaran distribusi energi dari Timur Tengah. Prospek pasokan yang lebih stabil membuat kekhawatiran terhadap gangguan suplai mulai mereda.

Meski demikian, Iran menegaskan bahwa kesepakatan tersebut bukan berarti Selat Hormuz dibuka sepenuhnya. Jalur pelayaran yang disepakati hanya bersifat sementara dengan masa operasional sekitar dua hingga empat bulan. Di saat yang sama, pejabat Amerika Serikat menyatakan optimisme bahwa pembicaraan dengan Iran semakin mendekati kesepakatan, sehingga pasar terus memantau perkembangan diplomatik yang dapat memengaruhi pergerakan harga minyak.

Di sisi lain, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah menyerang kapal tanker minyak Arab Saudi di Teluk Aden serta mengancam kapal lain yang melintasi Laut Merah. Kondisi ini membuat pelaku pasar tetap waspada karena setiap eskalasi baru di kawasan tersebut berpotensi mengganggu pasokan minyak global dan memicu lonjakan harga dalam waktu singkat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak WTI masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah mengalami tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir. Saat ini harga sedang menguji zona demand di kisaran 73,85 – 73,47, area yang berpotensi menjadi pijakan bagi munculnya kembali minat beli. Selama level support tersebut mampu dipertahankan, peluang rebound menuju resistance 75,22, bahkan 75,62, masih terbuka.

Namun, jika tekanan jual semakin kuat hingga menembus 73,47, struktur teknikal akan berubah menjadi lebih bearish dan membuka ruang penurunan yang lebih dalam. Oleh karena itu, trader sebaiknya menunggu konfirmasi pantulan di area demand sebelum mengambil posisi beli, sambil tetap mencermati perkembangan sentimen fundamental dari Timur Tengah yang masih berpotensi memicu volatilitas harga minyak.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze