Harga emas menguat mendekati US$4.300 per troy ounce pada perdagangan Kamis (06/08), mencatat kenaikan selama empat sesi berturut-turut dengan penguatan hampir 6% sepanjang pekan ini. Sentimen positif didorong oleh kesepakatan Iran dan Oman untuk membuka kembali sebagian jalur pelayaran di Selat Hormuz, sehingga harga minyak turun dan kekhawatiran terhadap inflasi mulai mereda. Kondisi ini membuat investor kembali memburu aset safe haven seperti emas.
Dari sisi ekonomi, ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve juga semakin melemah setelah data ADP Employment Change menunjukkan penambahan tenaga kerja sektor swasta hanya 44 ribu pada Juli, jauh di bawah perkiraan pasar. Pelemahan pasar tenaga kerja tersebut mendorong pelaku pasar memperkirakan The Fed hanya akan menaikkan suku bunga satu kali hingga akhir tahun, lebih sedikit dibanding proyeksi sebelumnya yang mencapai dua kali.
Meski demikian, prospek emas masih dibayangi sikap hati-hati dari pejabat The Fed. Gubernur Lisa Cook menegaskan bank sentral tetap siap menaikkan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan penurunan yang konsisten menuju target 2%. Pernyataan ini membuat investor kini menanti data ekonomi berikutnya untuk memastikan arah kebijakan The Fed, yang akan menjadi penentu pergerakan harga emas dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga emas (XAU/USD) masih berada dalam tren bullish meski mengalami koreksi dari area resistance 4.304. Penurunan ini mengarah ke zona Golden Ratio 61,8% di kisaran 4.255, yang menjadi area support penting. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang rebound masih terbuka dengan target kembali menguji 4.304, bahkan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 4.325.
Sebaliknya, jika tekanan jual mendorong harga menembus 4.225, struktur bullish akan melemah dan membuka peluang koreksi yang lebih dalam. Untuk saat ini, strategi yang lebih bijak adalah menunggu konfirmasi pantulan di area support sebelum mengambil posisi beli, terutama menjelang rilis data ekonomi AS yang diperkirakan dapat memicu volatilitas tinggi pada pergerakan emas.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi