HomeMarket NewsHormuz Dipertaruhkan, Harga Minyak Bersiap Melonjak

Harga minyak mentah bergerak naik mendekati US$81 per barel pada perdagangan Selasa (04/08), meski masih mempertahankan sebagian besar pelemahan dari sesi sebelumnya. Pelaku pasar terus mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai dapat menentukan pembukaan penuh Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi rute utama distribusi minyak dunia. Harapan tercapainya kesepakatan membuat sentimen pasar tetap berhati-hati.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa proposal pembicaraan tersebut merupakan kesempatan terakhir bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dan optimistis Selat Hormuz segera kembali beroperasi normal. Di sisi lain, Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan AS, tetapi mengonfirmasi bahwa pembahasan bersama Oman untuk meningkatkan kelancaran pelayaran di kawasan tersebut masih berlangsung. Ketidakpastian ini membuat pergerakan harga minyak tetap sensitif terhadap setiap perkembangan geopolitik.

Dari sisi pasokan, sentimen sedikit lebih menekan kenaikan harga setelah Turki dan Irak memperpanjang kerja sama pipa ekspor minyak selama satu tahun, sementara Kazakhstan kembali mengalirkan produksi melalui Caspian Pipeline Consortium usai gangguan singkat. Selain itu, OPEC+ juga menyetujui tambahan produksi secara bertahap sebagai bagian dari pemulihan pemangkasan output tahun 2023, sehingga potensi peningkatan pasokan global diperkirakan dapat membatasi penguatan harga minyak dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL pada timeframe 1 jam masih menunjukkan peluang melanjutkan kenaikan setelah berhasil membentuk struktur higher low dan bergerak di atas area support penting. Saat ini harga sedang memasuki zona koreksi di kisaran 78.93, yang berpotensi menjadi area beli apabila mampu bertahan. Selama level tersebut tidak ditembus, momentum bullish masih memiliki peluang menguji Target 1 di 80.52 dan berlanjut menuju Target 2 di 81.36, sejalan dengan tren naik jangka pendek.

Sebaliknya, jika tekanan jual mendorong harga turun hingga menembus 77.42, skenario kenaikan akan kehilangan validitas dan membuka ruang koreksi yang lebih dalam. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati reaksi harga di area support sebelum mengambil keputusan. Konfirmasi dari candlestick bullish atau peningkatan volume beli dapat menjadi sinyal tambahan untuk memperkuat peluang kelanjutan tren naik.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze