HomeMarket NewsThe Fed dan Hormuz Jadi Penentu Nasib Emas

Harga emas bertahan di kisaran US$4.050 per troy ounce pada perdagangan Selasa (04/08), bergerak dalam rentang sempit karena pelaku pasar masih mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Fokus utama tertuju pada peluang kembali dibukanya Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dunia, yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar dan permintaan aset safe haven seperti emas.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa tawaran perundingan kepada Iran merupakan kesempatan terakhir untuk mencapai kesepakatan dan optimistis Selat Hormuz dapat kembali beroperasi dalam waktu dekat. Di sisi lain, Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan Amerika Serikat, tetapi mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan Oman mengenai kelancaran pelayaran di kawasan tersebut menunjukkan perkembangan positif.

Dari sisi kebijakan moneter, perhatian investor tetap tertuju pada langkah Federal Reserve. Peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September kini diperkirakan sekitar 65% setelah bank sentral mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli. Presiden Federal Reserve New York, John Williams, menilai kebijakan saat ini masih tepat, sementara inflasi diperkirakan terus melandai pada paruh kedua tahun ini. Kombinasi faktor geopolitik dan ekspektasi suku bunga membuat pergerakan emas berpotensi tetap volatil dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) pada grafik H1 menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah berhasil mempertahankan area support di sekitar 4.030 – 4.050. Selama harga mampu bertahan di atas zona koreksi tersebut, peluang kenaikan menuju target pertama 4.083 masih terbuka. Momentum beli akan semakin kuat jika harga berhasil menembus 4.100, yang sekaligus menjadi area resistance penting dalam jangka pendek.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan 4.030 dapat memicu tekanan jual lanjutan dan membuka ruang penurunan menuju area support berikutnya di sekitar 4.020. Dari sudut pandang price action, struktur harga masih berada dalam fase pemulihan sehingga trader sebaiknya menunggu konfirmasi breakout atau pantulan yang valid sebelum membuka posisi. Pendekatan ini dapat membantu meminimalkan risiko di tengah pergerakan emas yang masih dipengaruhi sentimen fundamental global dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze