Harga emas bergerak stabil di area US$4.250 pada perdagangan sesi Asia Jumat (07/08) setelah terkoreksi dari area US$4.300, yang merupakan level tertinggi sejak pertengahan Juni. Pelaku pasar memilih bersikap hati-hati sambil menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (Non-Farm Payroll/NFP), yang berpotensi menentukan arah pergerakan pasar berikutnya.
Di sisi fundamental, ketegangan geopolitik masih membayangi setelah Amerika Serikat dan Iran belum menemukan titik temu terkait situasi di Selat Hormuz. Kondisi tersebut mendorong harga minyak tetap tinggi sehingga memicu kembali kekhawatiran terhadap inflasi global. Akibatnya, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat kembali menguat, diikuti kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Meski tekanan dari penguatan Dolar AS membatasi kenaikan emas yang tidak memberikan imbal hasil, pelaku pasar belum berani melakukan aksi jual besar-besaran. Fokus kini tertuju pada data NFP AS yang akan dirilis pada malam ini dan berpotensi dapat mengubah ekspektasi suku bunga The Fed. Jika hasilnya lebih lemah dari perkiraan, emas berpeluang kembali menguat. Sebaliknya, data yang solid dapat memperkuat dolar dan menekan harga logam mulia.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga emas (XAU/USD) masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah berhasil mempertahankan area support di sekitar 4.223 – 4.245. Struktur grafik menunjukkan pola falling channel yang mulai kehilangan tekanan jual. Selama harga mampu bertahan di atas area koreksi tersebut, peluang terjadinya breakout ke atas tetap terbuka dan menjadi sinyal awal berlanjutnya tren bullish.
Jika momentum beli semakin kuat, target kenaikan berada di kisaran 4.292 hingga 4.317 sebagai area resistance berikutnya. Namun, trader perlu mewaspadai skenario batal naik apabila harga turun menembus 4.223, karena kondisi tersebut dapat memicu tekanan jual yang lebih dalam. Fokus utama saat ini adalah menunggu konfirmasi breakout sebelum mengambil keputusan trading.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi