Harga minyak mentah berpotensi naik menuju US$79 per barel pada Senin (10/08), mencatat penguatan selama tiga sesi berturut-turut. Kenaikan ini terjadi di tengah ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang berperan penting dalam distribusi energi global.
Iran menyebut pembicaraan dengan Oman terkait pembentukan jalur pelayaran melalui Hormuz hampir mencapai kesepakatan. Namun, Teheran menegaskan bahwa kesepakatan tersebut belum berarti selat akan langsung dibuka. Iran juga menolak negosiasi langsung dengan AS untuk saat ini dan tetap menuntut penghentian blokade laut, pencabutan sanksi, serta kompensasi atas kerusakan akibat perang.
Ketegangan geopolitik semakin meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim menyerang kilang Jazan di Arab Saudi. Di sisi lain, sebuah kapal tanker yang dioperasikan Abu Dhabi National Oil Co. juga dilaporkan diserang di sekitar Hormuz. Kondisi ini menjaga risiko gangguan pasokan tetap tinggi dan berpotensi menopang harga minyak dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisa Teknikal USOIL: Struktur harga pada timeframe 1H masih menunjukkan bias bullish setelah berhasil membentuk Break of Structure (BOS). Area 76.78 – 75.69 menjadi zona demand sekaligus support penting. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang melanjutkan kenaikan masih terbuka.
Jika momentum bullish berlanjut, target pertama berada di 79.33, kemudian berpotensi menguji 80.31 yang berdekatan dengan supply zone. Sebaliknya, penurunan menembus 75.69 akan menjadi sinyal invalidasi skenario bullish dan membuka ruang koreksi lebih dalam.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi