Harga emas bertahan di atas US$4.400 per troy ounce pada Kamis (13/08) dan mendekati level tertinggi dalam sepuluh pekan. Pergerakan ini didukung oleh inflasi konsumen AS yang relatif stabil, sehingga tekanan bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat mulai mereda. Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan turun menjadi 3,4% pada Juli, sementara secara bulanan hanya meningkat 0,1%.
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke data inflasi produsen (PPI) AS yang akan dirilis hari ini untuk mencari petunjuk mengenai arah tekanan harga. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada September juga menurun menjadi sekitar 40%, dibandingkan hampir 50% sehari sebelumnya. Kondisi tersebut membuat daya tarik emas tetap terjaga karena prospek kebijakan moneter yang lebih longgar cenderung mendukung aset safe haven tanpa imbal hasil.
Di sisi lain, pelemahan harga minyak turut memberikan ruang bagi emas untuk menguat karena investor menilai peluang dibukanya kembali Selat Hormuz. Namun, ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat di tengah negosiasi yang masih buntu, sehingga kesepakatan dalam waktu dekat belum terlihat jelas. Selama risiko geopolitik tetap tinggi dan ekspektasi kenaikan suku bunga mereda, prospek XAU/USD masih berpotensi mempertahankan momentum bullish.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD masih berada dalam fase konsolidasi dengan level US$4.400 menjadi area kunci. Selama harga bertahan di atas garis tren naik, peluang bullish tetap terbuka dengan resistance terdekat di sekitar US$4.449. Jika level tersebut ditembus secara kuat, momentum kenaikan berpotensi berlanjut ke area yang lebih tinggi.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan US$4.400 dapat memicu tekanan jual menuju US$4.361 sebagai target pertama, kemudian US$4.322 sebagai sasaran berikutnya. Trader dapat mencermati konfirmasi breakout atau breakdown sebelum mengambil posisi, karena pergerakan di sekitar level kunci ini berpotensi menentukan arah emas selanjutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi