Harga perak melemah 1,6% ke sekitar $67,87 pada perdagangan Asia, Selasa (25/08). Tekanan muncul saat investor memilih berhati-hati menjelang rilis data inflasi PCE Amerika Serikat untuk Juli pada Rabu.
Perhatian utama tertuju pada inflasi inti PCE, indikator yang menjadi acuan penting Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan moneter. Jika angka inflasi kembali tinggi, peluang suku bunga bertahan lebih lama dapat meningkat, sehingga berpotensi menekan aset tanpa imbal hasil seperti perak.
Selain data PCE, pasar juga menunggu komentar Ketua The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole pada akhir pekan nanti. Sinyal mengenai risiko inflasi dan arah suku bunga akan menjadi perhatian utama karena dapat menentukan apakah perak mampu bangkit atau justru melanjutkan tekanan jual.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAG/USD terlihat mengalami koreksi setelah gagal bertahan di area puncak $69,96. Pada grafik 30 menit, tekanan jual masih terbuka selama harga berada di bawah resistance $68,74 – $69,44. Jika zona tersebut kembali ditembus, peluang penguatan menuju $69,96 menjadi semakin besar. Pergerakan perak juga masih cukup volatil, sejalan dengan kondisi pasar yang menunjukkan harga berada di sekitar $68 setelah sempat mendekati $70.
Dari sisi bawah, support terdekat berada di $68,45 dan $68,09, kemudian $67,51 menjadi area penting untuk menjaga struktur harga. Jika level tersebut ditembus, XAG/USD berpotensi melanjutkan penurunan menuju $66,84 hingga $65,99. Sebaliknya, kemampuan harga merebut kembali $68,74 akan menjadi sinyal awal pemulihan dan membuka ruang untuk menguji kembali area supply di sekitar $69,44 – $69,96.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi