Harga minyak mentah kembali melemah menuju US$80 per barel pada Rabu (26/08), memperpanjang penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut. Tekanan muncul setelah Iran dan Oman membahas pembentukan koridor maritim sementara di Selat Hormuz, yang dinilai dapat membantu menjaga kelancaran lalu lintas kapal serta meredakan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Pembicaraan teknis kedua negara akan berlanjut untuk membahas mekanisme pengelolaan selat, pertukaran informasi, pengaturan lalu lintas, hingga layanan keamanan dan maritim. Upaya diplomasi juga mendapat dukungan dari Pakistan dan Qatar yang terus mendorong penyelesaian ketegangan melalui jalur negosiasi.
Sentimen pasar minyak semakin tertekan setelah langkah terbaru Washington terhadap Iran dinilai tidak sekeras perkiraan sebelumnya. Keputusan Amerika Serikat untuk tidak menerapkan sanksi sekunder terhadap mitra dagang Teheran mengurangi risiko gangguan pasokan, sehingga harga minyak WTI menghadapi tekanan lebih besar dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, harga minyak WTI masih berada dalam tekanan bearish setelah membentuk rangkaian penurunan pada grafik 30 menit. Area US$79,66 menjadi support terdekat, sementara peluang rebound dapat terbuka jika harga mampu menembus zona US$80,85 – US$81,17. Konfirmasi Change of Character (CHoCH) di sekitar US$81,12 menjadi sinyal penting untuk melihat perubahan momentum jangka pendek.
Namun, selama harga gagal melewati US$81,17, skenario penurunan tetap lebih dominan. Jika support US$79,66 ditembus, WTI berpotensi melanjutkan pelemahan menuju target US$79,01 dan US$78,19. Sebaliknya, kenaikan di atas US$81,17 dapat membuka ruang menuju resistance US$82,03 sekaligus membatalkan skenario bearish.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi