Harga Perak menguat hampir 1% ke sekitar US$69,40 pada sesi Asia Rabu (26/08), ketika meredanya kekhawatiran pasokan energi global memberi ruang bagi logam putih untuk bergerak lebih tinggi. Harapan dibukanya kembali Selat Hormuz setelah Iran dan Oman melanjutkan pembahasan koridor maritim sementara turut menekan harga minyak, sehingga risiko inflasi akibat gangguan energi berkepanjangan mulai mereda.
Fokus pasar kini beralih ke data inflasi PCE Amerika Serikat untuk Juli yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan Federal Reserve. Inflasi PCE inti diperkirakan bertahan di 3,3% secara tahunan, sementara kenaikan bulanan diproyeksikan mencapai 0,2%. Jika tekanan harga tetap tinggi, ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter akan semakin terbatas, kondisi yang berpotensi memengaruhi pergerakan Perak.
Selain PCE, perhatian investor tertuju pada Simposium Jackson Hole yang dimulai Kamis. Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh akan menjadi sorotan untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga. Jika bank sentral tetap fokus menekan inflasi dan mempertahankan kebijakan ketat lebih lama, Perak dapat menghadapi volatilitas, meski prospek permintaan aset lindung nilai tetap memberikan dukungan bagi harga Perak.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisa teknikal XAU/USD menunjukkan harga masih memiliki peluang melanjutkan penguatan setelah bertahan di zona support 68,19 – 68,78. Struktur pergerakan pada grafik 30 menit juga memperlihatkan momentum bullish, dengan area 68,77 sebagai level penting yang perlu dipertahankan. Selama harga berada di atas support tersebut, skenario kenaikan masih lebih dominan.
Jika tekanan beli berlanjut, target terdekat berada di 70,14, kemudian 70,67 sebagai target lanjutan. Namun, apabila harga gagal mempertahankan 68,77, koreksi berpotensi menguji 68,19. Karena itu, trader perlu memperhatikan reaksi harga di sekitar level support dan resistance sebelum menentukan posisi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi