Harga minyak mentah naik menuju US$86 per barel pada Selasa (25/08), memangkas sebagian penurunan sesi sebelumnya. Penguatan terjadi setelah Amerika Serikat memperketat tekanan ekonomi terhadap Iran dan negara-negara yang masih bertransaksi dengan Teheran, termasuk China yang dilaporkan tidak mendapat pengecualian.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Washington akan mengisolasi Iran melalui sanksi, sementara Presiden Donald Trump memberi tenggat bagi negara terkait untuk menghentikan hubungan dengan Teheran atau menghadapi sanksi sepihak. Kebijakan ini membuat pasar menimbang apakah tekanan tersebut dapat mempercepat penyelesaian konflik AS-Iran atau justru menunda pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Risiko terhadap pasokan energi Timur Tengah juga masih tinggi. Angkatan Laut Inggris melaporkan sebuah kapal tanker minyak terkena serangan hingga tidak dapat beroperasi di dekat Oman, sementara kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim menyerang supertanker Saudi di Laut Merah. Kondisi tersebut menjaga harga minyak WTI tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan potensi gangguan distribusi energi.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga Minyak WTI berada di sekitar $84,66 per barel, tepat di area Fibonacci 61,8% yang menjadi support penting. Selama level $84,24 tidak ditembus, struktur teknikal masih memberikan peluang bagi minyak untuk melanjutkan penguatan. Pergerakan di atas $84,92 dapat menjadi sinyal awal munculnya momentum bullish.
Jika tekanan beli semakin kuat, WTI berpeluang menguji $85,33 sebagai resistance utama, kemudian bergerak menuju $85,63 dan $86,01. Sebaliknya, penurunan di bawah $84,24 akan melemahkan skenario kenaikan dan membuka ruang koreksi lebih dalam. Fokus utama trader kini berada pada kemampuan WTI bertahan di atas zona support Fibonacci.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi