Harga minyak mentah WTI kembali menguat menuju US$103 per barel pada Jumat (11/09) dan berpotensi mencatat kenaikan lebih dari 12% dalam sepekan. Lonjakan ini menjadi penguatan mingguan terbesar sejak pertengahan Juli, didorong meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.
Situasi semakin tegang setelah pejabat AS dilaporkan memperingatkan bahwa perang dapat berlangsung hingga akhir masa jabatan Presiden Donald Trump pada Januari 2029. Di sisi lain, Iran disebut tetap bertekad melanjutkan perlawanan meski menghadapi tekanan ekonomi, dengan menganggap konflik tersebut sebagai ancaman eksistensial bagi negaranya.
Pertempuran yang semakin intensif turut meningkatkan risiko terhadap jalur dan infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah. Serangan AS terhadap kapal tanker minyak Iran serta aksi balasan Tehran terhadap kapal perang dan tanker di Teluk Persia membuat pasar semakin waspada. Jika eskalasi berlanjut, harga minyak WTI berpotensi tetap mendapat dukungan dari kekhawatiran terganggunya pasokan dunia.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal USOILSPOT pada timeframe 1 jam menunjukkan potensi kelanjutan tren naik yang menarik bagi pelaku pasar komoditas. Berdasarkan pemetaan Fibonacci Retracement, pergerakan harga saat ini sedang bersiap membentuk koreksi sehat menuju area Golden Ratio di kisaran 95.877 sebelum melanjutkan penguatan signifikan ke target resistance psikologis pada level 100.773 hingga 102.928.
Strategi trading optimal memanfaatkan area pantulan Fibonacci tersebut untuk mencari peluang posisi beli (long), dengan menempatkan batas risiko (stop loss) di bawah garis invalidasi support pada angka 92.851. Pendekatan terstruktur ini memberikan rasio risiko dan imbal hasil yang ideal, sekaligus meminimalkan potensi kerugian apabila terjadi pembalikan tren tak terduga di tengah fluktuasi pasar minyak mentah dunia.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi