Harga minyak mentah turun ke sekitar US$102 per barel pada Kamis (17/09), melanjutkan pelemahan untuk sesi kedua berturut-turut. Tekanan muncul setelah Arab Saudi dilaporkan berencana memulihkan sekitar setengah kapasitas pipa East-West dalam beberapa hari dan mengembalikannya ke operasi penuh dalam waktu enam minggu. Jalur strategis ini menjadi alternatif penting untuk menghindari Selat Hormuz setelah mengalami kerusakan akibat serangan drone pekan lalu.
Sambil menunggu pemulihan pipa, Arab Saudi meningkatkan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dengan dukungan militer Amerika Serikat. Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan sekitar 18 juta barel minyak mentah dan produk petroleum telah melewati jalur tersebut pada awal pekan ini. Kelancaran arus distribusi tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Dari Amerika Serikat, persediaan minyak mentah resmi turun 640 ribu barel menjadi 423,4 juta barel. Namun, penurunan tersebut lebih kecil dibandingkan ekspektasi analis dan berbeda jauh dari perkiraan awal American Petroleum Institute (API) yang menunjukkan kenaikan stok sebesar 7,1 juta barel. Perbedaan data ini membuat pasar minyak tetap mencermati keseimbangan antara permintaan, persediaan AS, serta risiko gangguan pasokan global.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak mentah WTI (USOIL) pada grafik H1 menunjukkan transisi tren menuju bearish setelah mengalami penolakan di area puncak Weak High. Peluang entri posisi sell terbuka saat pergerakan mengalami pullback naik menuju Area Koreksi pada kisaran 99,031. Skenario transaksi ini menempatkan titik Invalidasi Resistance di level 100,354 sebagai batas toleransi risiko jika aksi beli kembali mendominasi.
Tekanan jual diproyeksikan bakal menekan grafik turun menuju Area Target utama yang membentang antara 95,468 hingga 94,715 (Strong Low). Penembusan zona tersebut akan mempertegas dominasi bears dalam jangka pendek. Strategi ini memanfaatkan retracement teknikal untuk mengamankan rasio imbal hasil terhadap risiko secara optimal.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi