Harga emas mencoba pulih dari area US$4.300 setelah menyentuh level terendah dalam satu setengah pekan. Namun, ruang penguatan masih terbatas karena data PPI AS yang lebih tinggi memperkuat ekspektasi suku bunga The Fed tetap ketat. Kondisi tersebut menopang Dolar AS dan membuat daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil ikut tertekan.
PPI AS pada Agustus meningkat 5,4% secara tahunan, melampaui perkiraan 5,3% dan naik dari 4,8% pada Juli. PPI inti juga menguat menjadi 4,6%, menunjukkan tekanan harga masih cukup kuat. Investor kini menunggu data CPI AS sebagai petunjuk berikutnya untuk menentukan arah kebijakan moneter The Fed dan pergerakan logam mulia.
Di sisi lain, meningkatnya ketegangan AS-Iran serta risiko gangguan pasokan minyak di kawasan Timur Tengah menjaga permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Jika CPI kembali menunjukkan inflasi yang tinggi, Greenback berpotensi semakin kuat dan menekan XAU/USD. Dengan demikian, emas masih menghadapi risiko penurunan dan perlu kehati-hatian sebelum mengantisipasi pembalikan tren.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 30 menit mengindikasikan potensi kelanjutan tren penguatan setelah sukses mencetak struktur Break of Structure (BOS) dan Change of Character (CHoCH) ke sisi atas. Berdasarkan pemetaan Fibonacci Retracement, grafik harga kini bersiap melakukan koreksi sehat menuju Area Koreksi di kisaran 4,331.108 guna mencari pijakan kuat sebelum melanjutkan reli menuju target resisten pertama pada 4,360.909 dan target kedua di level 4,377.120.
Strategi trading yang ideal dapat memanfaatkan momen pantulan di zona tersebut untuk membuka posisi beli (long), dengan menempatkan batasan risiko (stop loss) di bawah garis invalidasi support pada angka 4,301.308. Pendekatan terukur ini tidak hanya mengamankan modal dari volatilitas pasar logam mulia, tetapi juga memberikan rasio keuntungan yang sangat optimal bagi pelaku pasar.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi