Harga Perak bergerak naik ke sekitar US$67,60 pada sesi Asia, Kamis (10/09), didukung pelemahan Dolar AS menjelang rilis data Indeks Harga Produsen (IHP) Amerika Serikat. Indeks Dolar AS (DXY) berada di sekitar 98,75, dekat level terendah dua minggu, sehingga membuat logam putih tersebut semakin menarik bagi pelaku pasar.
Perhatian investor kini tertuju pada data IHP AS yang diperkirakan menunjukkan kenaikan inflasi produsen menjadi 5,3% secara tahunan dari 4,7% sebelumnya. IHP inti juga diproyeksikan meningkat menjadi 4,6% dari 4,2%. Jika tekanan harga di tingkat produsen kembali menguat, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed dapat berubah dan berpotensi membatasi kenaikan Perak.
Selain IHP, pasar juga bersiap menghadapi rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada Jumat. Data inflasi tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan moneter The Fed dan pergerakan Dolar AS. Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, Perak berisiko menghadapi tekanan, sementara hasil yang lebih lunak dapat membuka ruang bagi XAG/USD untuk melanjutkan penguatannya.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 30 menit mengindikasikan struktur bullish yang solid setelah sukses menembus area Break of Structure (BOS) dan membentuk pola Change of Character (CHoCH). Saat ini, harga perak tengah menyentuh zona koreksi sehat di sekitar level 67,407 yang berpotensi menjadi pijakan awal sebelum kembali melesat naik. Peluang beli kian menarik dicermati karena tren jangka pendek masih mendukung dominasi pembeli di pasar logam mulia.
Proyeksi kenaikan lanjutan mengarahkan laju harga menuju target pertama pada kisaran 67,986 serta target kedua di level 68,328. Batas pengaman atau invalidasi support ditempatkan pada area 67,103 guna mengantisipasi risiko pembalikan arah tak terduga. Disiplin dalam menerapkan manajemen risiko tetap wajib dikedepankan demi menjaga kenyamanan portofolio trading harian Anda.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi