Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi setelah mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut, dengan perdagangan berada di sekitar US$93,90 per barel pada sesi Asia, Kamis (10/09). Meski melemah, prospek WTI masih berpeluang kembali menguat seiring meningkatnya ketegangan Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi dari Timur Tengah.
Iran menegaskan kesiapannya menghadapi konflik yang lebih luas dengan menolak blokade laut AS dan mengancam meningkatkan serangan jika operasi militer Amerika di wilayahnya berlanjut. Situasi tersebut membuat risiko gangguan distribusi minyak semakin besar, sehingga pasar energi tetap sensitif terhadap setiap perkembangan geopolitik di kawasan.
Presiden AS Donald Trump memperkirakan konflik dapat berlangsung hingga melewati pemilu sela November, sekaligus mengisyaratkan bahwa penurunan harga bensin secara signifikan belum akan terjadi dalam waktu dekat. Ketegangan juga meluas setelah kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang sejumlah fasilitas energi di Arab Saudi, menambah kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan dan membuka peluang bagi harga WTI untuk kembali bergerak lebih tinggi.
OPINI ANALIS TRAZE

Grafik USOIL Spot pada kerangka waktu 30 menit memperlihatkan potensi pembalikan arah setelah komoditas energi ini gagal mempertahankan level tertingginya. Munculnya zona koreksi di sekitar level 94,105 mengindikasikan peluang bagi trader untuk mengantisipasi fase penurunan lanjutan. Skenario bearish ini didukung oleh batas invalidasi resistans yang terletak pada area 94,558 sebagai pembatas risiko utama.
Berdasarkan proyeksi teknikal tersebut, pergerakan harga minyak mentah berpotensi meluncur ke area target bawah pada kisaran 92,870 hingga titik support kuat di 92,327. Strategi transaksi jual (short selling) menjadi opsi menarik selama level pengamanan di atas tidak berhasil ditembus oleh buyer. Ketatnya manajemen risiko tetap diperlukan guna menghadapi volatilitas pasar komoditas global.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi