Harga emas bertahan di sekitar US$4.400 per ons pada perdagangan Kamis (10/09), setelah mencatat penguatan pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar kini memilih berhati-hati sambil menunggu data inflasi Amerika Serikat yang berpotensi memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Data Producer Price Index (PPI) AS untuk Agustus akan dirilis hari ini, disusul laporan Consumer Price Index (CPI) pada Jumat. Pelemahan Dolar AS turut menopang harga emas, sementara daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai jangka panjang tetap kuat di tengah ketidakpastian pasar.
Namun, kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS menjadi tantangan bagi emas. Harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam beberapa bulan akibat meningkatnya konflik AS-Iran, memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga. Di sisi lain, rencana Departemen Keuangan AS membeli kembali hingga US$6 miliar obligasi jangka panjang turut mendorong yield lebih tinggi, sehingga pergerakan emas masih berpotensi fluktuatif.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 15 menit menunjukkan struktur bullish yang kuat setelah berhasil membentuk sinyal Change of Character (CHoCH) serta Break of Structure (BOS). Saat ini, harga logam mulia tengah mengalami koreksi sehat menuju area Demand Zone sekaligus berhimpitan dengan rasio Fibonacci Golden Ratio di kisaran 4,401. Momen pullback ini menjadi peluang ideal bagi pelaku pasar untuk memantau potensi entry beli sebelum tren kembali melanjutkan penguatan.
Proyeksi kenaikan harga emas mengincar target pertama pada level 4,419 dan berlanjut menuju target kedua di 4,427. Batas pengaman atau invalidasi support diletakkan di bawah area 4,390 guna meminimalkan risiko apabila terjadi pembalikan arah tak terduga. Konsistensi volume transaksi di area pijakan krusial ini akan menjadi penentu utama keberhasilan laju bullish harian.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi