Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak melemah di kisaran US$79 per barel, melanjutkan penurunan hampir 7% pada perdagangan Senin (03/08). Tekanan jual muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan menunda serangan baru terhadap Iran. Langkah tersebut meningkatkan harapan tercapainya kesepakatan yang dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah sekaligus menjaga kelancaran distribusi minyak melalui Selat Hormuz.
Sentimen negatif juga datang dari keputusan OPEC+ yang terus meningkatkan produksi minyak. Bertambahnya pasokan di tengah kekhawatiran perlambatan permintaan global membuat pasar menilai risiko kelebihan suplai semakin besar. Kondisi ini mendorong investor mengurangi ekspektasi kenaikan harga minyak dalam waktu dekat.
Ke depan, arah pergerakan WTI masih akan dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran serta kebijakan produksi OPEC+. Jika tensi geopolitik terus mereda dan pasokan tetap melimpah, harga minyak berpotensi berada di bawah tekanan. Sebaliknya, perubahan situasi di Timur Tengah atau gangguan distribusi energi dapat kembali memicu lonjakan volatilitas pasar.
OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, WTI Crude Oil masih berada dalam tren bearish setelah gagal bertahan di atas area resistance dan membentuk tekanan jual yang kuat. Harga kini bergerak di bawah area koreksi sekitar 79,65, menandakan dominasi penjual masih berlanjut. Selama minyak belum mampu kembali menembus level 81,09, peluang pemulihan diperkirakan masih terbatas.
Apabila tekanan jual terus berlanjut, harga berpotensi menguji support pertama di 77,15 dan melanjutkan pelemahan menuju target berikutnya di 76,07. Sebaliknya, jika WTI berhasil menembus resistance dan bertahan di atas 81,09, momentum bullish berpeluang kembali terbentuk. Untuk saat ini, pelaku pasar sebaiknya menunggu konfirmasi arah harga di area support maupun resistance sebelum membuka posisi baru.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi