Indeks Dolar AS (DXY) bergerak stabil di kisaran 101,3 pada perdagangan Rabu (29/07) setelah mengalami fluktuasi di awal pekan. Pelaku pasar kini memilih menunggu hasil rapat kebijakan Federal Reserve yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Meski begitu, ketidakpastian masih tinggi karena sebagian investor tetap membuka peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Ekspektasi pasar juga menunjukkan peluang sekitar 80% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa biaya pinjaman di Amerika Serikat berpotensi tetap tinggi lebih lama. Harapan itu menjadi salah satu faktor yang menopang kekuatan dolar di tengah sikap hati-hati para investor.
Di sisi lain, perhatian pasar turut tertuju pada kembali naiknya harga minyak serta meningkatnya risiko inflasi akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Militer Amerika Serikat mengklaim berhasil menggagalkan serangan mendadak Iran yang menargetkan pasukan AS di kawasan tersebut. Perkembangan ini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas geopolitik dan berpotensi meningkatkan permintaan aset safe haven jika ketegangan terus berlanjut.
OPINI ANALIS TRAZE
Indeks Dolar AS (DXY) masih bergerak dalam tren bearish setelah gagal menembus area supply di kisaran 101,23 – 101,32. Penolakan di area Fibonacci 50% menunjukkan tekanan jual masih cukup kuat, sementara harga kini berada di sekitar level 23,6% (101,01) yang menjadi support terdekat. Selama DXY bertahan di bawah 101,12, peluang pemulihan diperkirakan masih terbatas.
Apabila tekanan jual berlanjut dan support 101,01 berhasil ditembus, DXY berpotensi melanjutkan penurunan menuju 100,91 hingga area demand di sekitar 100,80. Sebaliknya, jika mampu kembali menembus 101,12, peluang rebound menuju 101,23 – 101,32 akan kembali terbuka. Pergerakan selanjutnya diperkirakan tetap sensitif terhadap hasil rapat Federal Reserve dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi