HomeMarket NewsMinyak Dunia Melonjak Diterpa Ancaman Perang

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berbalik menguat pada perdagangan sesi Asia, Rabu (29/07), setelah sebelumnya mencatat penurunan selama tiga hari berturut-turut. WTI melonjak hampir 4% ke kisaran US$81,50 per barel, didorong meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen geopolitik tersebut kembali menjadi pendorong utama pergerakan harga energi global.

Ketegangan meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik ke arah pasukan AS di Timur Tengah. Di sisi lain, Presiden Donald Trump kembali memperingatkan bahwa operasi militer terhadap Iran dapat dilanjutkan apabila proses negosiasi gagal mencapai kesepakatan. Situasi semakin memanas setelah militer AS bersama Arab Saudi melakukan operasi gabungan di Irak, sementara ketidakpastian terkait keamanan Selat Hormuz terus menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi minyak dunia.

Dukungan tambahan datang dari ancaman blokade Laut Merah oleh kelompok Houthi yang didukung Iran, sehingga meningkatkan risiko terganggunya jalur pengiriman energi internasional. Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga minyak. Selain itu, pelemahan Dolar AS turut meningkatkan daya tarik komoditas berbasis dolar, sehingga memperbesar peluang WTI melanjutkan penguatan, dengan perhatian investor kini tertuju pada hasil keputusan kebijakan moneter Federal Reserve.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga USOIL berhasil memantul kuat setelah membentuk struktur Change of Character (CHoCH) yang mengindikasikan potensi perubahan arah jangka pendek menjadi lebih bullish. Saat ini harga bergerak di sekitar area 81,20 dan sedang menguji level retracement 23,6% Fibonacci sebagai zona penentu. Selama mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan menuju 82,17 tetap terbuka, dengan target lanjutan di 83,27 hingga 84,68 sebagai area resistance berikutnya.

Meski momentum beli mulai menguat, trader tetap perlu mewaspadai potensi koreksi sebelum tren naik berlanjut. Area 79,65 menjadi support penting yang berfungsi sebagai golden ratio, sedangkan 78,11 merupakan batas invalidasi skenario bullish. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 82,17, peluang melanjutkan reli menuju target yang lebih tinggi akan semakin besar. Sebaliknya, penembusan di bawah 78,11 dapat membuka ruang bagi tekanan jual yang lebih dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze