Harga Perak bergerak menguat pada perdagangan Rabu (29/07) setelah mencatat pembalikan dalam dua sesi terakhir. Logam mulia ini kembali diperdagangkan di atas level $58,00, didorong oleh pelemahan tipis Dolar AS menjelang pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang menjadi perhatian utama pelaku pasar pada dini hari nanti.
Mayoritas investor memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya. Meski begitu, bank sentral Amerika Serikat diperkirakan tetap menyoroti inflasi yang masih berada di atas target. Sikap tersebut berpotensi memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang tetap ketat, sehingga dapat memberikan dukungan bagi Dolar AS dan membatasi kenaikan harga perak dalam jangka pendek.
Di sisi lain, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah belum memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan pasar. Investor masih berharap adanya jalur diplomasi yang mampu meredakan konflik. Namun, apabila situasi kembali memanas, permintaan terhadap aset safe haven seperti Dolar AS berpotensi meningkat, yang dapat memberikan tekanan baru pada harga perak.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga perak (XAG/USD) pada grafik 1 jam masih mempertahankan peluang kenaikan setelah berhasil memantul dari area support dan membentuk struktur higher low. Saat ini harga sedang mengalami koreksi sehat di sekitar area Fibonacci 23,6% – 38,2%, yang berpotensi menjadi zona beli jika tekanan jual tetap terbatas. Selama harga mampu bertahan di atas area 57,38, momentum bullish masih dinilai cukup kuat.
Apabila pembeli kembali mendominasi, harga berpeluang menguji target pertama di 58,24, kemudian melanjutkan kenaikan menuju 58,62 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, jika support 57,38 ditembus, peluang pelemahan menuju 56,84 akan semakin terbuka sehingga skenario bullish menjadi tidak valid. Oleh karena itu, pelaku pasar sebaiknya menunggu konfirmasi arah sebelum mengambil posisi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi