Harga emas turun ke kisaran US$4.050 per troy ounce pada perdagangan Selasa (28/07) setelah melemah dari kenaikan sesi sebelumnya. Tekanan muncul karena pelaku pasar masih dibayangi kemungkinan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga dalam pertemuan pekan ini. Saat ini, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga lebih dari sepertiga, mencerminkan tingkat ketidakpastian yang jauh lebih tinggi dibandingkan menjelang rapat The Fed pada periode-periode sebelumnya.
Sentimen tersebut semakin menguat setelah Citadel Securities memprediksi The Fed akan menaikkan suku bunga guna mempertegas komitmen Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam menekan inflasi. Kebijakan suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena meningkatkan imbal hasil aset berbunga serta memperkuat dolar AS.
Di sisi lain, pernyataan Presiden Donald Trump mengenai kemajuan pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah turut membebani harga emas. Optimisme ini mendorong harga minyak turun sehingga kekhawatiran terhadap inflasi ikut mereda. Meski demikian, Trump menegaskan Amerika Serikat siap kembali melancarkan serangan terhadap Iran apabila proses negosiasi gagal, sehingga risiko geopolitik masih berpotensi memicu pergerakan harga emas dalam waktu dekat.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan harga emas (XAU/USD) pada grafik 1 jam masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan kenaikan dan membentuk struktur bearish. Harga saat ini bergerak di sekitar 4.042, mendekati area Target 1, yang menjadi support terdekat. Selama harga tetap berada di bawah area golden ratio 61,8% di kisaran 4.075 hingga resistance 4.095, peluang terjadinya pantulan hanya bersifat sementara sebelum tekanan jual kembali muncul.
Jika tekanan bearish berlanjut, emas berpotensi menguji Target 2 di area 4.028, bahkan membuka peluang menuju 4.010 apabila support tersebut ditembus. Sebaliknya, skenario penurunan dapat mulai melemah apabila harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas 4.075, sementara 4.095 menjadi area invalidasi yang dapat mengubah sentimen jangka pendek menjadi lebih bullish. Selama resistance tersebut belum ditembus, tren turun masih lebih dominan.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi