Indeks Dolar AS (DXY) turun ke kisaran 101,2 pada perdagangan Senin (27/07) setelah mengembalikan sebagian penguatan pekan lalu. Pelemahan ini dipicu oleh turunnya harga minyak menyusul meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi turut menenangkan ekspektasi inflasi, sehingga mengurangi daya tarik dolar sebagai aset safe haven.
Ketegangan geopolitik mulai mereda setelah Amerika Serikat menghentikan operasi militernya terhadap Iran pada akhir pekan, sementara Teheran menyatakan telah mengakhiri aksi balasannya dan melanjutkan pembicaraan dengan Oman terkait Selat Hormuz. Perkembangan tersebut meningkatkan optimisme pasar bahwa pasokan minyak global tetap aman dan risiko lonjakan harga energi dapat diminimalkan.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke pertemuan Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada FOMC minggu ini. Meski demikian, sebagian investor masih membuka peluang adanya langkah yang lebih hawkish jika tekanan inflasi kembali meningkat. Selain keputusan The Fed, pasar juga menantikan data awal PDB AS kuartal II, inflasi PCE, serta laporan keuangan sejumlah perusahaan besar sebagai petunjuk terbaru mengenai kekuatan ekonomi Amerika Serikat.
OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) masih bergerak di atas garis tren naik (ascending trendline) yang telah menjadi penopang sejak pertengahan Juli. Saat ini harga sedang berkonsolidasi di area 100,80 – 100,90, menandakan pasar masih menunggu katalis baru, terutama hasil rapat Federal Reserve. Selama bertahan di atas trendline, peluang penguatan menuju area 101,00 – 101,20 masih terbuka.
Namun, apabila tekanan jual meningkat hingga menembus garis tren tersebut, momentum bullish berpotensi melemah dan membuka ruang koreksi ke area 100,70 atau lebih rendah. Oleh karena itu, pergerakan DXY dalam beberapa sesi ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan support dinamis sebagai acuan arah tren jangka pendek.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi