Harga perak melanjutkan pelemahan selama dua hari berturut-turut, bergerak di sekitar US$63,40 per troy ons pada sesi Asia Rabu (02/09). Tekanan datang dari aksi jual obligasi global yang mendorong imbal hasil Treasury AS 10 tahun ke 4,80%, level tertinggi sejak awal 2025. Kenaikan yield membuat aset tanpa imbal hasil seperti perak menjadi kurang menarik sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan arah kebijakan moneter.
Sentimen negatif semakin kuat setelah harga minyak mentah melonjak akibat meningkatnya ketegangan Amerika Serikat dan Iran. Risiko gangguan pasokan energi Timur Tengah menjaga premi risiko di pasar serta memperbesar kekhawatiran inflasi. Di sisi lain, data ekonomi AS menunjukkan sinyal beragam. Lowongan kerja JOLTS Juli tercatat 7,27 juta, di bawah ekspektasi, sementara PMI Manufaktur ISM Agustus turun menjadi 54,6 namun masih berada di zona ekspansi.
Perhatian investor kini tertuju pada laporan ADP dan nonfarm payrolls AS untuk mencari petunjuk mengenai langkah The Fed berikutnya. Pernyataan pejabat Fed Barr yang cenderung hawkish menegaskan bahwa inflasi masih dinilai terlalu tinggi dan membuka peluang pengetatan apabila tekanan harga kembali meningkat. Kondisi tersebut membuat Dolar AS tetap memiliki dukungan, sementara perak menghadapi tekanan tambahan dari kombinasi yield tinggi, kekhawatiran inflasi, dan prospek suku bunga yang lebih ketat.
OPINI ANALIS TRAZE
Analisis teknikal pergerakan XAGUSD pada timeframe 30 menit mengindikasikan dominasi tren bearish usai tertahan di zona supply. Grafik memperlihatkan potensi koreksi sehat menuju area Fibonacci krusial sebelum aset logam mulia ini melanjutkan momentum pelemahannya.
Strategi transaksi ideal melibatkan pemantauan pantulan harga untuk mengambil posisi sell secara terukur. Target profit pertama diproyeksikan pada level 63.276, disusul target lanjutan di kisaran 62.708, dengan penempatan batas risiko di atas area invalidasi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi