Harga Perak bergerak tipis setelah dibuka dengan gap bearish, namun masih bertahan di zona negatif sekitar US$66,10 per troy ons pada sesi Asia, Senin (07/09). Tekanan terhadap logam mulia ini meningkat setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) tampil jauh lebih kuat dari perkiraan, sehingga mendorong pasar mengantisipasi kebijakan suku bunga Federal Reserve yang lebih ketat.
Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan Nonfarm Payrolls Agustus bertambah 162 ribu, jauh di atas proyeksi 56 ribu. Tingkat pengangguran tetap di 4,1%, sementara pertumbuhan upah tahunan mencapai 3,1%. Prospek pengetatan semakin kuat setelah pejabat The Fed Hammack menyampaikan pandangan hawkish, menilai inflasi masih terlalu tinggi dan kebijakan moneter belum cukup restriktif. Kondisi tersebut memperkuat Dolar AS sekaligus membatasi ruang penguatan XAG/USD.
Sentimen negatif terhadap Perak turut diperbesar oleh lonjakan harga minyak mentah akibat meningkatnya ketegangan AS-Iran. Eskalasi di sekitar Selat Hormuz memunculkan kekhawatiran baru terhadap pasokan energi global dan potensi kenaikan inflasi. Jika tekanan harga energi terus berlanjut, investor berpeluang semakin memperhitungkan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama, yang dapat menjadi beban tambahan bagi Perak.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAG/USD masih menunjukkan tekanan bearish pada grafik 15 menit. Pergerakan berada di bawah area koreksi 66,08 – 66,10, sementara zona supply di 66,10 – 66,45 menjadi penghalang utama bagi pemulihan. Selama harga gagal menembus area tersebut, peluang penurunan masih terbuka dengan struktur pasar yang cenderung melemah.
Jika tekanan jual berlanjut, target pertama berada di 65,15, kemudian berpotensi mengarah ke 64,72 sebagai target berikutnya. Skenario bearish ini akan kehilangan validitas apabila XAG/USD mampu menembus 66,45 – 66,48, sehingga trader perlu mencermati respons harga ketika memasuki zona supply sebelum menentukan posisi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi