Harga emas bergerak di sekitar US$4.400 per troy ounce pada Kamis (03/09) setelah berhasil rebound pada sesi sebelumnya. Penguatan tersebut mendapat dukungan dari pelemahan Dolar AS dan turunnya imbal hasil Treasury, yang mengurangi tekanan terhadap aset safe haven tanpa imbal hasil seperti emas.
Sentimen pasar juga terbantu oleh pernyataan Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams yang melihat tanda-tanda inflasi terus mereda seiring dampak tarif mulai berkurang. Di sisi lain, pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta AS melambat pada Agustus, menunjukkan adanya tanda pelemahan di pasar tenaga kerja.
Namun, peluang perubahan kebijakan The Fed masih menjadi perhatian utama. Pasar memperkirakan sekitar dua pertiga kemungkinan kenaikan suku bunga bulan ini setelah komentar hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh. Sementara itu, meredanya reli harga minyak setelah pernyataan Donald Trump mengenai konflik dengan Iran turut menekan kekhawatiran inflasi dan memberikan ruang bagi harga emas untuk bertahan.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan harga XAU/USD pada grafik 30 menit menunjukkan momentum bullish setelah berhasil menembus struktur resistance sebelumnya. Pergerakan naik mengindikasikan dominasi buyer, dengan harga kini berada di sekitar US$4.465 dan telah mencapai area target utama di sekitar US$4.448 – US$4.464. Kondisi ini membuka peluang penguatan lanjutan selama tekanan jual belum mampu membawa harga kembali ke bawah zona breakout.
Namun, setelah kenaikan yang cukup agresif, koreksi tetap berpotensi terjadi. Area US$4.384 menjadi support penting untuk menjaga bias positif, sedangkan US$4.364 merupakan batas invalidasi skenario bullish. Jika harga mampu bertahan di atas area tersebut dan kembali mendapatkan dorongan beli, XAU/USD berpeluang melanjutkan tren naik; sebaliknya, penembusan support dapat memicu koreksi lebih dalam.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi