Harga perak menguat menembus US$66 per ons pada perdagangan Selasa (08/09), tetapi masih dibayangi tekanan dari prospek kenaikan suku bunga global. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi membatasi daya tarik logam mulia, sementara harga minyak yang tetap tinggi kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 60% bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pekan depan setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan kinerja yang kuat. Rilis inflasi berikutnya akan menjadi perhatian utama untuk menentukan arah kebijakan The Fed. Bank Sentral Eropa dan Bank of Japan juga diperkirakan mengambil langkah serupa bulan ini.
Di tengah tekanan tersebut, perak masih memiliki peluang mendapat dukungan dari permintaan investasi dan lindung nilai. Ketegangan AS-Iran yang kembali memanas turut mendorong harga minyak, meningkatkan ketidakpastian pasar global. Pembelian oleh bank sentral serta strategi perlindungan terhadap pelemahan nilai mata uang juga menjadi faktor yang berpotensi menopang harga perak.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga perak XAGUSD pada timeframe 30 menit menunjukkan struktur bullish yang kuat setelah berhasil menembus Break of Structure (BOS) ke arah atas. Berdasarkan analisis Fibonacci Retracement, zona buy yang potensial berada di rentang Area Koreksi antara level 66.58 (50.0%) hingga 66.30 (78.60%). Skenario penguatan ini akan tetap valid selama pergerakan tidak menembus batas Invalidasi Support pada kisaran harga 66.09.
Apabila harga memantul dari area pullback tersebut, pergerakan diperkirakan akan melanjutkan reli menuju beberapa target resistensi berikutnya. Sasaran kenaikan utama berada pada 67.07 (Target 1), serta proyeksi ekstensi lanjutan mencapai 67.34 (Target 2). Penataan ini memberikan rasio risiko dan potensi keuntungan yang ideal bagi para pelaku pasar untuk memanfaatkan momentum uptrend.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi