Harga emas kembali melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan turun di bawah US$4.400 pada paruh pertama sesi Eropa, Selasa (08/09). Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan logam mulia, seiring meningkatnya ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang lebih hawkish. Ketidakpastian geopolitik turut mendorong permintaan terhadap Greenback sebagai aset safe haven, sementara emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.
Pergerakan harga emas berikutnya sangat bergantung pada data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini. Indeks Harga Produsen (PPI) dijadwalkan terbit Kamis, disusul Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Jumat. Kedua indikator tersebut akan menjadi perhatian pasar untuk mengukur arah kebijakan The Fed, terutama di tengah risiko inflasi akibat kenaikan harga energi. Penguatan pertumbuhan lapangan kerja AS pada Agustus juga membuat pelaku pasar meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga yang lebih ketat.

Di sisi lain, meningkatnya ketegangan AS – Iran menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi. Ancaman terhadap infrastruktur energi dan potensi blokade di sekitar Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global. Kondisi tersebut berpotensi menjaga inflasi tetap tinggi sekaligus memperkuat dolar AS. Dengan tekanan fundamental yang masih kuat, pelaku pasar perlu berhati-hati sebelum mengambil posisi bullish pada XAU/USD dan sebaiknya menunggu sinyal pembelian yang lebih solid sebelum mengantisipasi pemulihan harga emas.
OPINI ANALIS TRAZE

Grafik emas (XAUUSD) pada timeframe M30 menunjukkan indikasi perubahan karakter tren (CHoCH) ke arah bearish setelah harga gagal mempertahankan area puncak 4.443. Penurunan tajam yang menembus struktur pendukung sebelumnya menandakan bahwa tekanan penjual mulai mendominasi pasar. Saat ini, pergerakan berpotensi melakukan koreksi teknis ke area Fibonacci Retracement 38,2% hingga 61,8% di kisaran 4.408 – 4.421 untuk menjemput penawaran terbaik sebelum melanjutkan penurunan.
Jika harga memantul ke zona koreksi tersebut dan tertahan di bawah garis invalidasi resistance 4.431, peluang sell dapat dimanfaatkan dengan target penurunan bertahap. Proyeksi penurunan pertama berada di Target 1 level 4.372 (-27,20%), sedangkan potensi ekstensi pergerakan bearish dapat mencapai Target 2 pada level 4.353 (-61,80%). Sebaliknya, skenario ini akan batal apabila harga mampu menembus dan memicu penutupan candlestick di atas level 4.431.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi