Harga minyak WTI melemah tipis ke sekitar US$90,40 per barel pada sesi Asia Selasa (08/09). Namun, tekanan tersebut berpotensi hanya sementara di tengah meningkatnya risiko geopolitik. Iran berjanji akan menargetkan infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah sebagai respons terhadap serangan lanjutan Amerika Serikat, sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan kembali menguat.
Harga minyak sebelumnya melonjak hampir 10% dalam sepekan setelah eskalasi konflik meningkatkan risiko terhadap jalur energi strategis. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz juga semakin menjadi perhatian setelah serangan terhadap kapal dan fasilitas energi terjadi sepanjang akhir pekan. Serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco di Jazan turut menambah kecemasan pasar, sementara rencana Iran dan Oman terkait pengelolaan pelayaran di Hormuz memicu kekhawatiran atas meningkatnya pengaruh Teheran di jalur perdagangan tersebut.
Di sisi lain, kondisi persediaan bahan bakar Amerika Serikat yang relatif ketat dapat memberikan dukungan tambahan bagi harga minyak. Stok bensin dan bahan bakar distilat berada di bawah rata-rata tahun lalu maupun level musiman lima tahun. Meski sekitar 7 juta barel per hari minyak mentah dan produk olahan masih mengalir melalui Selat Hormuz, setiap gangguan baru berpotensi memperketat pasokan global dan menjaga WTI tetap berada dalam tekanan bullish.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak mentah US OIL (WTI) pada grafik 30 menit mengindikasikan potensi koreksi turun setelah penembusan struktur (Break of Structure) ke arah bawah. Menggunakan penarikan Fibonacci Retracement, zona ideal untuk mencari peluang sell berada di sekitar level 50.0% hingga 61.8%, yakni di kisaran 90.66 hingga 90.80. Selama pergerakan tidak menembus batas Invalidasi Resistance pada level puncak 91.27, tren penurunan jangka pendek ini dinilai tetap valid.
Jika komoditas energi ini memantul dari area koreksi dan melanjutkan pelemahannya, penurunan diproyeksikan bakal mengejar level pendukung berikutnya. Sasaran penurunan pertama berada pada kisaran 89.71 (ekstensi -27.20%), sedangkan target kedua terletak pada area 89.29 (ekstensi -61.80%). Strategi ini menawarkan rasio risk-to-reward yang terukur bagi para pelaku pasar yang memanfaatkan momentum bearish saat ini.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi