Harga Perak terkoreksi setelah mencatat kenaikan selama dua sesi dan bergerak di sekitar US$66 per troy ounce pada perdagangan Asia. Tekanan muncul karena lonjakan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi, sekaligus meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga dapat bertahan lebih tinggi.
Ketidakpastian terkait potensi kesepakatan AS–Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz turut menjaga pasar dalam kondisi waspada. Kenaikan imbal hasil obligasi AS menjadi tantangan bagi perak yang tidak memberikan imbal hasil, sementara investor menanti data inflasi Amerika Serikat untuk mencari petunjuk arah kebijakan The Fed. Peluang kenaikan suku bunga pada September bahkan meningkat di atas 51%.
Meski menghadapi tekanan jangka pendek, prospek harga perak masih memiliki fondasi positif dari permintaan industri. Ekspansi panel surya dan pembangunan jaringan listrik terus meningkatkan kebutuhan logam putih tersebut. Impor bijih yang mengandung perak oleh China juga melonjak 62,5% secara tahunan pada Juni, menunjukkan bahwa permintaan fisik masih kuat dan berpotensi membatasi tekanan penurunan.
OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAG/USD masih menunjukkan struktur bullish setelah berhasil keluar dari pola konsolidasi dan menembus area resistance sebelumnya. Harga bergerak di sekitar US$67,27, dengan momentum yang mengarah ke atas. Pada chart H1, area US$66,48 menjadi resistance penting yang kini berpotensi berubah menjadi support, sementara target lanjutan berada di sekitar US$67,27 – 68,28.
Meski demikian, kenaikan tajam membuka peluang pullback sebelum melanjutkan reli. Area US$65,36 – 64,67 dapat menjadi zona koreksi yang perlu diperhatikan, sedangkan US$63,56 berperan sebagai batas invalidasi skenario bullish. Selama harga mampu bertahan di atas zona demand tersebut, peluang harga perak melanjutkan kenaikan menuju area US$67,27 hingga US$68,28 masih terbuka.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi