Harga emas kembali menguat menuju US$4.400 per ons pada Rabu (12/08), memulihkan penurunan sesi sebelumnya. Perhatian investor kini tertuju pada data inflasi Amerika Serikat yang berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan Federal Reserve. Pelaku pasar masih terbelah terkait kemungkinan kenaikan suku bunga 25 basis poin pada September, setelah The Fed mempertahankan tingkat bunga pada pertemuan Juli.
Tekanan inflasi juga mendapat perhatian dari kenaikan harga minyak yang dapat memperkuat sikap hawkish bank sentral AS. Di sisi lain, perkembangan hubungan AS-Iran turut memengaruhi sentimen pasar, terutama terkait peluang dibukanya kembali Selat Hormuz. Menteri Pertahanan Pakistan menyebut Washington dan Teheran semakin dekat dengan kesepakatan, sementara laporan terbaru mengindikasikan pembicaraan Iran dan Oman telah memasuki tahap lanjutan.
Dari sisi fundamental, prospek emas tetap ditopang oleh permintaan investasi dan pembelian bank sentral. Bank sentral China menambah sekitar 20 ton cadangan emas pada Juli, setelah membeli 15 ton pada Juni. Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar sejak Oktober 2023, menunjukkan bahwa akumulasi emas oleh bank sentral masih menjadi salah satu katalis penting bagi pergerakan XAU/USD.
OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAU/USD pada timeframe H1 masih menunjukkan struktur bullish setelah harga berhasil menembus area Break of Structure (BOS). Saat ini, pergerakan berpotensi mengalami koreksi menuju demand zone US$4.357 – US$4.374 sebelum melanjutkan kenaikan. Selama harga mampu bertahan di atas support invalidasi US$4.357, bias positif tetap terjaga.
Jika demand zone kembali mendapat respons beli, target terdekat berada di US$4.417, kemudian berpeluang menguji US$4.435 sebagai area weak high. Sebaliknya, penurunan tegas di bawah US$4.357 dapat membatalkan skenario bullish dan membuka ruang koreksi lebih dalam.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi