Harga perak melemah di tengah tekanan pasar yang meningkat akibat harga minyak yang tinggi dan inflasi AS yang kembali menjadi perhatian. Kondisi tersebut mendorong investor memperkirakan kebijakan moneter The Fed akan tetap ketat dalam waktu dekat.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga The Fed kini melonjak di atas 92% setelah rilis data IHK AS bulan Agustus. Ekspektasi tersebut membuat dolar AS dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS semakin menjadi sorotan pasar.

Tekanan terhadap XAG/USD bertambah ketika imbal hasil Treasury 10 tahun mendekati 5%. Kenaikan yield membuat aset tanpa imbal hasil seperti perak menjadi kurang menarik, sehingga ruang penguatan harga logam mulia ini masih terbatas.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga Perak terlihat bergerak dalam pola segitiga dengan tekanan bearish masih dominan. Harga berada di bawah area resistance 63,57, sementara garis tren menurun menjadi penghalang kenaikan. Selama belum menembus area tersebut, peluang koreksi masih terbuka.
Jika tekanan jual berlanjut, target pertama berada di 63,06, kemudian berpotensi menguji 62,85 sebagai support berikutnya. Sebaliknya, breakout di atas 63,57 dapat membuka ruang penguatan menuju 63,86 dan menjadi sinyal bahwa skenario bearish mulai kehilangan validitas.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi