Harga emas bergerak terbatas pada Rabu (16/09) ketika investor memilih berhati-hati menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed) AS. Pasar memperkirakan kenaikan suku bunga, sementara perhatian utama tertuju pada pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh untuk melihat arah kebijakan berikutnya. Sikap yang lebih ketat berpotensi menekan emas, sedangkan sinyal lebih lunak dapat membuka ruang bagi pemulihan.

Pergerakan dolar AS yang tetap kuat serta harga minyak di atas US$100 per barel turut membatasi penguatan logam mulia. Dolar yang menguat membuat emas berdenominasi greenback relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Di saat yang sama, energi mahal meningkatkan kekhawatiran inflasi sehingga prospek suku bunga tetap menjadi perhatian penting bagi pelaku pasar.
Dari sisi geopolitik, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Arab Saudi mengeluarkan peringatan keamanan di sejumlah wilayah turut menjadi perhatian. Meski menghadapi berbagai tekanan, emas masih menunjukkan ketahanan. Kekhawatiran fiskal yang tercermin dari tingginya yield obligasi pemerintah jangka panjang serta meningkatnya risiko politik AS disebut dapat memberikan dukungan terhadap permintaan aset safe haven.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAU/USD pada timeframe 30 menit menunjukkan momentum bullish setelah berhasil menembus area resistance sekitar US$4.300. Struktur harga membentuk Break of Structure (BOS), sehingga peluang kenaikan masih terbuka selama harga mampu bertahan di atas zona koreksi tersebut.
Area US$4.300 menjadi support penting, sedangkan zona US$4.274 – US$4.286 dapat menjadi area koreksi. Jika tekanan beli kembali muncul, harga berpotensi menguji US$4.338 hingga US$4.355 sebagai area target. Sebaliknya, penurunan menembus US$4.274 dapat menjadi sinyal bahwa skenario bullish mulai kehilangan validitas.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi