Harga Perak bergerak stabil di sekitar US$66,67 pada sesi Asia, mencerminkan sikap wait and see investor menjelang rilis PMI Manufaktur ISM AS dan data lowongan kerja JOLTS. PMI diperkirakan turun ke 55,2 dari 55,6, sementara lowongan pekerjaan diproyeksikan sedikit melemah menjadi 7,3 juta. Kedua indikator ini berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed.
Perhatian berikutnya tertuju pada NFP dan CPI AS yang dinilai menjadi penentu penting prospek suku bunga September. Sikap hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole turut memicu perdebatan mengenai kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat jika inflasi inti kembali sulit ditekan. Karena itu, pelaku pasar akan mencermati data ekonomi berikutnya untuk mencari petunjuk arah XAG/USD.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak WTI hingga mendekati US$85,85 dapat menjadi tekanan tambahan bagi Perak. Lonjakan energi berisiko meningkatkan ekspektasi inflasi global dan mendorong bank sentral mempertahankan sikap hawkish lebih lama. Kondisi tersebut berpotensi membatasi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga harga Perak masih menghadapi risiko pergerakan terbatas.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan harga XAG/USD masih bergerak dalam pola channel menurun dan berada di bawah resistance $67,58. Selama level tersebut belum ditembus, tekanan bearish berpeluang berlanjut dengan target awal $66,06. Penembusan area ini dapat membuka ruang pelemahan menuju $65,56 sebagai zona target berikutnya.
Sebaliknya, penguatan di atas $67,58 akan menjadi sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda dan membuka peluang pengujian resistance $68,46. Namun, selama harga tertahan di bawah level invalidasi tersebut, skenario koreksi menuju area $65,56 – $66,06 masih menjadi perhatian utama pelaku pasar.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi