Harga emas kembali tertekan ke bawah $4.300 per ons pada Rabu (02/09), memperpanjang penurunan selama empat sesi berturut-turut sekaligus mencapai level terendah dalam lebih dari tiga pekan. Pelemahan terjadi ketika investor menilai kembali prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve di tengah lonjakan imbal hasil obligasi global dan harga minyak yang meningkatkan tekanan inflasi.
Kenaikan yield obligasi memperkuat sentimen hawkish terhadap kebijakan moneter AS. Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh yang menegaskan komitmen untuk mengendalikan inflasi turut mendorong ekspektasi pasar, dengan peluang kenaikan suku bunga pada bulan ini kini berada di sekitar 70%. Kondisi tersebut membuat emas kurang menarik karena aset tanpa imbal hasil menghadapi persaingan dari instrumen berbunga.
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada laporan ketenagakerjaan ADP yang dirilis Rabu dan data Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat. Kedua indikator tersebut berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan The Fed. Di sisi lain, kenaikan harga minyak akibat eskalasi konflik AS-Iran dapat memperbesar risiko inflasi, sehingga tekanan terhadap harga emas masih berpeluang berlanjut.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan XAUUSD masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga menembus area support dan bergerak di bawah level Fibonacci 23,6% di 4.308,38. Jika tekanan jual berlanjut, level 4.287,63 menjadi target pertama yang perlu diperhatikan. Penembusan area tersebut berpotensi membuka ruang penurunan menuju 4.263,72 sebagai target berikutnya.
Sementara itu, peluang koreksi tetap terbuka apabila harga mampu rebound dari area 4.287,63. Zona 4.321,22 – 4.331,60 menjadi area koreksi yang perlu dicermati, sedangkan kenaikan melewati 4.356,74 akan menjadi sinyal bahwa skenario bearish mulai kehilangan validitas. Dengan demikian, pelaku pasar dapat memantau reaksi harga di area support dan resistance untuk menentukan arah berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi