Harga Perak (XAG/USD) kembali menguat setelah melemah pada sesi sebelumnya, dengan harga bergerak di sekitar US$69,10 per troy ounce dalam perdagangan Asia, Kamis (27/08). Investor kini mencermati pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di simposium Jackson Hole pada Jumat, yang berpotensi memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS.
Pergerakan XAG/USD turut dipengaruhi data inflasi terbaru. Indeks harga PCE AS pada Juli meningkat 0,2% secara bulanan, di atas perkiraan 0,1%, sementara inflasi tahunan naik menjadi 3,7%. Kondisi tersebut membuat pasar semakin berhati-hati dalam membaca peluang perubahan suku bunga The Fed pada pertemuan mendatang.
Di luar faktor kebijakan moneter, prospek Perak tetap ditopang oleh permintaan sebagai aset lindung nilai terhadap risiko pelemahan dolar dan kekhawatiran utang AS. Fundamental industri juga menjadi katalis positif, terutama dari kebutuhan panel surya, kendaraan listrik, teknologi energi hijau, serta pembangunan infrastruktur pusat data berbasis kecerdasan buatan.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAG/USD masih menunjukkan bias bullish setelah mampu bertahan di area koreksi 68,57 – 68,32. Selama harga bergerak di atas zona tersebut, peluang melanjutkan penguatan tetap terbuka. Resistance terdekat berada di 69,63, dan penembusan area ini dapat menjadi sinyal positif bagi pembeli untuk mendorong harga lebih tinggi.
Jika momentum berlanjut, target XAG/USD berikutnya berada di 70,21, kemudian 70,95. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan 68,32 berpotensi memicu tekanan menuju 67,96. Area 67,51 menjadi batas invalidasi skenario bullish, sehingga pergerakan di sekitar level tersebut perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan trading.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi